BANJIR DI KECAMATAN MEUREUDU DAN KECAMATAN MEURAH DUA
ASHO FOUNDATION RESPOD KORBAN BANJIR BANDANG DI PIDIE JAYA

Oleh : ASHO Foundation

 Summery report

Hujan lebat yang melanda wilayah Aceh beberapa pekan tekhir ini membuat sebagaian wilayah Aceh mengalami banjir. Pekan ini tanggal 19 Desember 2009 Kabupaten Pidie Jaya mengalami banjir serupa dengan wilyah lainnya di Aceh. Puluhan desa di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Krueng Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya mengalami imbas banjir. Ratusan rumah diperkirakan rusak setelah digenangi air. Sebagian jalan dan saluran irigasi juga rusak. Banjir parah terjadi di dua kecamatan wilayah itu, Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua. Akibatnya, warga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.Taksiran  kerugian yang disebabkan oleh banjir tersebut tidak kurang dari Rp 10 miliar.

Aceh Society Health Organization (ASHO) Foundation sebuah lokal NGO yang bergerak pada issue kesehatan dan disaster respond bersama Islamic Relief melakukan pendistribusian bantuan  logistic dan Tim Emergency Respond Rescueuntuk korban banjir. Adapun bantuan yang dikirimkan berupa tenda darurat, selimut, Jeregen dan timba untuk penampungan air bersih di beberapa IDPs di Kecamatan Meuredu dan Meurah Dua.

ASHO mengunjingi 4 (empat) posko pengungsi yaitu Posko meunasah Lhok Pante geulima, Posko Desa Blang Awe terdiri dari dusun Baroh, Dusun krut, Dusun tungoh, Dusun Teunong yang terdiri dari 930 jiwa penduduk, 242 Kepala Keluarga (KK). Posko Gampong Mesjid Tuha yang terdiri dari  Dusun Mesjid Tuha, Dusun Mns. Lhoknga, Dusun Mns. Di Pineung dengan jumlah penduduk 1346 jiwa, 543 KK, 378 RT. Posko Desa Daya Kruet berjumlah 768 jiwa, 170 KK di Kecamatan Meurah Dua, Posko Desa Pante geulima( tidak ada data), dan Posko Meunasah Cok (belum ada data)

Analisa kondisi yang dilakukan oleh tim ASHO, banjir bandang setinggi 1 sampai 1.5 meter telah berimbas pada kerusakan sarana dan prasarana milik masyrakat dan pihak pemerintah. Setiap rumah warga masih tergenang lumpur setinggi 50 cm. Genangan air lumpur masih menutupi akses jalan dan sukar dilalui oleh kenderaan karena tingginya lumpur dan pepohonan yang tumbang. Masyarakat tidak mengungsi seperti ke mesjid melainkan lebih memilih numpang dirumah tetangga yang lebih tinggi rumahnya, dengan alasan untuk lebih leluasa membersihkan rumah, pakaian dan peralatan rumah tangga masing–masing dari lumpur.

Aspek pelayanan kesehatan dan pendidkan tidak aktif karena semua pusat pelayanan kesehatan dan pendidikan desa mengalami imbas banjir, tidak ada pos pelayanan kesehatan pada tiap – tiap posko kesehatan untuk untuk mewaspadai tergangkit penyakit akibat air dan sanitasi dari imbas banjir. Begitu juga dengan sekolah – sekolah yang yang berada di kawasan tersebut. 

 

Aspek kesehatan kesehatan dan pendidikan

Issue: Timbulnya penyakit gatal – gatal, infeksi saluran pernafasan akut, diare dan penigkatan wabah DBD, akan dapat mengancam ribuan masyarakat korban banjir, terlebih usia rentan baik bayi, balita > 5 tahun.

 Identify need

Pembentukan pos pelayanan kesehatan pada tiap - tiap IDPs, obat- obatan, pendistribusian hygiene kit, MP – ASI untuk bayi dan balita.

Issue : Rusak fasiltas pendidikan baik sarana dan prasara

Idenfy need : Alat tulis dan buku pelajaran siswa, baju seragam dan fasilitas pendukung sekolah

Issue : Water dan sanitation, Kurang suply air bersih, tidak cukup untuk mandi, masak dan mencuci pakaian dan peralatan yang sudah tergenang air, pemberian pendidikan dan promosi kesehatan.

Identify need

Supply air bersih, dan kebutuhan air mineral untuk konsumsi sehari – hari. 

 

 
ASHO Foundation , All Rights reserved